Showing posts with label Islamic. Show all posts
Showing posts with label Islamic. Show all posts

Sunday, March 27, 2011

Siapa Bilang Biaya Sertifikasi Halal Mahal ?

Siapa Bilang Biaya Sertifikasi Halal Mahal?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Biaya sertifikasi halal yang ditetapkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), tergolong murah. Apalagi jika dibandingkan dengan ongkos sertifikat lainnya seperti ISO ataupun biaya produk itu sendiri. Terdapat variasi harga untuk industry kecil menengah (IKM) dan perusahaan besar mulai dari batas minimal 0 hingga 5 juta. Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif LPPOM MUI, Lukmanul Hakim.

Lukmanul menjelaskan, penentuan harga ditetapkan berdasarkan variable besar kecil perusahaan dan tingkat kerumitan audit. Tetapi, harga tersebut jauh lebih murah jika melihat masa berlaku sertifikat selama 2 tahun. Bahkan, produk mie instan dengan asumsi jutaan produk yang dihasilkan oleh sebuah produsen dalam setahun misalnya, total biaya sertifikasi hanya mencapai 0,005 rupiah per kemasan. Bandingkan dengan ongkos kemasan yang mencapai 30 persen dari produk yang dihasilkan. “Sertifikasi halal ternyata lebih murah,” kata dia

Lukamanul mengemukakan, pihaknya tidak menutup mata bagi  IKM yang tersebar di berbagai daerah. Karena itu, pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait baik di tingkat pemerintah daerah, koperasi pembinaan, dan LPPOM Provinsi. Terutama guna melakukan sertifikasi terhadap IKM tersebut.

Upaya ini, ujar Lukmanul, membuahkan hasil. Di tahun 2010 sebanyak 2000 IKM telal tersertifikasi di Jawa Barat. Beberapa daerah pun menyusul seperti Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur.  “Kita ingin permudah pembinaan IKM, bukan berarti hilangkan halal, yang halal tetap halal, karena mereka adalah potensi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lukmanul mengatakan, pembinaan ini penting karena masih banyak produk yang beredar di daerah dan belum tersertifikasi. Dengan terobosan yang sudah berjalan sejak 2006 itu diharapkan bisa memberikan jaminan bagi produk-produk jajanan yang selama ini ada di tengah-tengah masyarakat.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kustantina mengatakan guna mengawasi berbagai produk jajanan di masyarakat, BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap berbagai produk yang beredar. Bekerjasama dengan LPPOM MUI, pihaknya melakukan pengkajian terutama menyangkut tiga hal yaitu segi kemanan, kasiat atau manfaat, dan mutu. “Sisi halal ada di LPPOM dan thayyib ada BPOM."

Karenanya, ujar Kustantinah, berbagai produk yang hendak disertefikasi mesti sudah diuji dan dievaluasi BPOM.  Selama tidak memenuhi ketiga hal tersebut, maka berdasarkan standar persyarantan internasional produk pangan dan obat-obatan, produk tersebut bisa ditarik dari peredaran.  “Ada 31 unit balai BPOM di daerah yang siap melakukan fungsi itu,” katanya.

Yuk Kita Intip Isi Ka'bah

http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/HLIC/c75529a185bb9368333d3fe5cbc419f2.jpg

Tidak semua orang tahu apa sebenarnya yang ada di dalam ka’bah, sebab hanya orang-orang penting seperti presiden sebuah negara yang berhak untuk memasukinya. Itu pun karena menjadi tamu raja di negara itu. Mantan Presiden Soeharto dan rombongan konon malah pernah diberi kehormatan untuk masuk ke dalamnya.

Kalau tidak salah, gambar ini diambil pada salah satu momentum di mana ada tamu negara yang diberi kehormatan untuk memasukinya. Dan barangkali gambar ini diambil diam-diam oleh tamu itu. Mengingat secara resmi petugas masjid Al-Haram mengharamkan pemotretan di lokasi masjid, apalagi kalau sampai di dalam ka’bah. Sebagian kalangan juga membenarkan foto ini lantaran serupa dengan gambar denah yang diterbitkan resmi oleh kerajaan.


Tapi yang jelas pertanyaan anda sudah terjawab lewat foto ini, Berhala yang berjumlah 360 itu memang sudah tidak ada, sudah dihancurkan sejak Fathu Makkah 14 abad yang lalu. Bagaimana? Anda ingin dan bercita-cita bisa masuk ka’bah suatu ketika nanti? Syaratnya mungkin harus jadi presiden dulu ya? Atau setidaknya ikut dalam rombongan Presiden, entah jadi wartawan, pengawal atau bahkan tukang bawakan tas presiden.

Isi ka’bah

Berikut ini adalah foto2 yang memperlihatkan isi ka’bah pada saat ini. Coba anda bandingkan antara keduanya, mempunyai persamaan khususnya pada bagian dinding keramik yang berwarna hijau, hal itu membuktikan bahwa foto ini valid.




Desain Ka’bah

Mulai dari sebelah kiri pintu Ka’bah adalah Multazam (antara pintu Ka’bah dan Hajarul Aswad). Sebelah kanan dari pintu terdapat kotak dari marmer tempat menyimpan alat keperluan kebersihan di dalam Ka’bah.


Di tengah–tengah Ka’bah agak meninggi terdapat 3 buah tiang penyangga yg terbuat dari kayu dan yang dikenal dengan “Tiang Abdullah bin Zubair“. Dinamakan demikian karena Allah SWT telah memberikan kemuliaan kepada beliau, sebagai pembuat tiang penyangga pada atap Ka’bah itu untuk menghindari kerobohannya.


Sebelah Utara dari Ka’bah terdapat pintu kecil yang dinamakan “Pintu Taubah”. Itu adalah sebuah tanda dari keteguhan. Pintu Taubah ini terbuat dari kayu pilihan yang dilapisi dengan Emas dan Perak yang terukir dan dilapisi juga dengan kaca yang tebal sampai atap Ka’bah. Pada dinding sebelah Barat yang berhadapan dengan pintu Ka’bah digantungkan 9 Pigura yang terbuat dari Marmer dan bertuliskan nama-nama Penguasa-penguasa atau Khalifah yang telah memperbaiki dan memperbarui Ka’bah yang agung.


Kesemuanya itu tertulis setelah Abad 6H. Pada dinding Timur antara pintu Ka’bah dan pintu Taubah diletakkan keterangan tentang perbaikan yang dilakukan oleh Raja Fahd pada th.1419H setelah perbaikan terakhir pada zaman Sultan Murod IV dari Utsmaniah pada th.1040H. Sisi-sisi Ka’bah yang empat dilapisi dengan Marmer putih setinggi 2 Meter dan diatasnya ditutupi dengan hordeng warna merah dan pink, yang terbuat dari bahan kain Sutera yang bertuliskan “Syahadatain “ dan Asma ul-Husna dalam bentuk angka 8 atau 7 Arab berselang-seling. Hadiah dari Raja Fahd.



Diantara tiga tiang yang ditengah (Tiang Abdullah bin Zubair) ada tempat untuk meletakkan barang yang terbuat dari Perak murni untuk menyimpan barang, seperti antara lain : Teko-teko , Pajangan , dan barang-barang bersejarah lainnya yang terbuat dari Emas dan Perak yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun yang lewat sebagai hadiah-hadiah dari Raja-raja, Khalifah dan para Sultan kepada Ka’bah sebagai pendekatan dan pengabdian kepada Rabb yang Esa untuk mencari ridho Nya.Pencucian Ka`bah biasanya dilakukan dua kali setiap tahun yakni pada pertengahan bulan Sya`ban sebagai persiapan menghadapi musim Umrah pada bulan Ramadhan, dan pertengahan Dzulqa`idah sebagai persiapan menyambut jamaah haji.


Ka`bah biasanya dicuci dengan air zamzam yang dicampur dengan mawar Thaif dan anbar, sedangkan dindingnya diharumkan dengan parfum misik. Nizar As-Syaibi, putra tertua keluarga pengurus Masjidil Haram Syeikh Abdul Aziz As-Syaibi, menyebutkan pencucian Ka`bah merupakan tradisi yang disunnahkan namun tidak harus dilakukan pada waktu tertentu. Secara historis, Rasulullah pernah sekali mencuci Ka`bah pada bulan Sya`ban ketika beliau kembali ke Mekkah dalam peristiwa “Fathu Mekkah”, setelah beliau membersihkannya dari patung-patung sesembahan yang berada di dalam maupun di sekitar Ka`bah.



Sejak saat itu, pencucian Ka`bah menjadi sesuatu yang disunnahkan namun tidak ada waktu tertentu yang dianggap paling utama untuk melakukannya. “Ritual ini adalah bentuk penghormatan terhadap Ka`bah, khususnya saat sebelum Umrah dan setelah haji. Tujuan inilah yang paling utama ketimbang sekadar membersihkannya. Pada saat pencucian pun, pintu Ka`bah tetap tertutup. Pencucian ini tidak lebih dari sekadar membersihkan debu yang menempel di dinding Ka`bah,” demikian As-Syaibi.



sumber :http://www.taukahkamu.com/2010/11/melihat-isi-kabah.html

Blog Archive